Konflik Timur Tengah: Memoar Darah dan Kebencian

Melihat situasi Timur Tengah hari ini yang semakin memanas, diwarnai dengan pergolakan politik antar negara di kawasan tersebut yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir...

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia,".

Santri Harus Mandiri Ekonomi Supaya Tidak Toma’

Menurut seorang pengurus Pimpinan Pusat Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah, pentingnya kemandirian adalah supaya santri itu tidak toma’ atau mengharapkan pemberian orang lain. sedangkan toma’ adalah sifat yang selalu dikecam dalam kitab-kitab kuning...

NU: Jami’iyah dan Jama’ah

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kini tantangan melakukan modernisasi dalam NU mengambil bentuk modernisasi sistem pengelolaannya. Warga NU telah banyak yang menggunakan computer untuk urusan sehari-hari, hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga harus melaksanakannya....

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Banyak di antara ulama NU seperti KH Wahid Hasyim, KH Masykur dan lain sebagainya menjadi anggota BPUKPI yang bertugas merumuskan dasar negara dan undang-undang dasar. Berikut Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam ...

Monday, November 9, 2015

Ribuan Seniman Kutuk Pembakaran Reyog


PONOROGO, LTNNUPO--Gelombang demo memprotes atas pembakaran properti reyog di KJRI Davao, Philipina terus mengalir hingga Kabupaten Ponorogo, sebagai asal kesenian Reyog, Selasa(10/11).

Kali ini ribuan seniman Reyog di Ponorogo turun ke jalan yang berasal dari berbagai komunitas dan paguyuban reyog yang ada di Ponorogo. Tak hanya warga Ponorogo saja, tapi pendemo juga berasal dari kota-kota sekitar Ponorogo dan juga dari Ibu kota Jakarta.

Ribuan seniman reyog tersebut menggelar aksi dimulai dari aloon-aloon kota Ponorogo yang kemudian berlanjut di depan kantor Pemkab dan gedung DPRD Ponorogo.

Perwakilan dari pendemo kemudian melakukan audensi di lantai 2 gedung DPRD yang berada di jalan Aloon-Aloon Timur. Mereka diterima unsur pimpinan Dewan dan Pj Bupati Ponorogo Maskur.

“Kami tidak terima dengan pembakaran reyog yang terjadi di KJRI Davao beberapa waktu yang lalu,”ucap Grendo, salah satu seniman Reyog yang tergabung dalam Komunitas Pandemen Reyog Ponorogo.

Lebih lanjut Grendo yang berasal dari Mlarak ini menegaskan, agar pelaku segera meminta maaf kepada rakyat Ponorogo,”tuntutan kami yaitu mereka segera meminta maaf kepada warga Ponorogo sebagai pemilik kesenian reyog ini,”tegasnya.

______________________
(wad/kanal-ponorogo.com)