Konflik Timur Tengah: Memoar Darah dan Kebencian

Melihat situasi Timur Tengah hari ini yang semakin memanas, diwarnai dengan pergolakan politik antar negara di kawasan tersebut yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir...

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia,".

Santri Harus Mandiri Ekonomi Supaya Tidak Toma’

Menurut seorang pengurus Pimpinan Pusat Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah, pentingnya kemandirian adalah supaya santri itu tidak toma’ atau mengharapkan pemberian orang lain. sedangkan toma’ adalah sifat yang selalu dikecam dalam kitab-kitab kuning...

NU: Jami’iyah dan Jama’ah

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kini tantangan melakukan modernisasi dalam NU mengambil bentuk modernisasi sistem pengelolaannya. Warga NU telah banyak yang menggunakan computer untuk urusan sehari-hari, hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga harus melaksanakannya....

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Banyak di antara ulama NU seperti KH Wahid Hasyim, KH Masykur dan lain sebagainya menjadi anggota BPUKPI yang bertugas merumuskan dasar negara dan undang-undang dasar. Berikut Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam ...

Tuesday, November 10, 2015

Madrasah NU Harus Kaya Inovasi dan Pertahankan Aswaja

Surabaya,LTNNUPO — Tidak ada pilihan lain bagi para pengelola madrasah khususnya di lingkungan NU untuk terus melakukan inovasi agar bisa menjawab kebutuhan tenaga terampil. Kendati demikian, sejumlah terobosan tersebut juga harus tetap menjaga jati diri sebagai madrasah dakwah.

“Inovasi dalam dunia pendidikan adalah sebagai sebuah hal yang tidak dapat dihindarkan,” kata Prof Dr H Abdul Haris, MAg, Senin (9/11).
Ketua PWNU LP Ma’arif NU Jatim ini mengingatkan bahwa tuntutan dunia kerja, kiprah di masyarakat serta jenjang pendidikan yang lebih tinggi kian mengingatkan akan pentingnya inovasi tersebut.

Bagi Profesor Haris, harapan yang demikian tinggi dari berbagai kalangan tersebut hendaknya dapat dijawab dengan berbagai kreasi. “Sehingga lembaga pendidikan tetap ditunggu kiprahnya,” kata dosen pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Intensitas melakukan pertemuan dengan sesama pengelola lembaga pendidikan juga harus dapat dilakukan. “Dengan demikian terjadi saling berbagi kelebihan dan kreasi yang bermanfaat bagi para pengelola madrasah,” terangnya.

PWNU LP Ma’arif NU Jatim misalnya secara berkala menyelenggarakan sejumlah pertemuan yang menghadirkan para pimpinan madrasah dan penentu kebijakan. “Hal ini seperti yang kami lakukan pada Sabtu, 7 November kemarin di UIN Malang,” katanya. Dalam pertemuan yang dibingkai dengan rapat koordinasi Kepala LP Ma’arif NU se-Jatim tersebut juga menghadirkan Dr Basnang Said MAg selaku Kasi Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, lanjutnya.

“Pada pertemuan tersebut banyak usulan kreatif dari kepala madrasah yang akhirnya dapat diakomodir oleh Bapak Basnang Said,” tandasnya. Bahkan, sejumlah kebijakan yang akan dan berlaku di setiap lembaga pendidikan juga disampaikan pada kegiatan tersebut.

Dengan kerapnya dilakukan pertemuan tersebut diharapkan para pengelola lembaga pendidikan di lingkungan NU mampu melakukan inovasi sehingga madrasah yang dikelola tetap dipercaya masyarakat. “Demikian juga kemampuan dalam menangklap informasi kebijakan yang akan diberlakukan di setiap lembaga pendidikan juga harus terus diasah,” katanya.

Akan tetapi, segala prestasi dan inovasi tersebut tetap harus bertumpu pada terjaganya Ahlussunnah wal Jamaah ala NU. “Jangan sampai madrasah hanya berburu kemajuan prestasi akademis, namun menanggalkan ruh perjuangan yakni terjaganya Aswaja di setiap lembaga pendidikan,” pungkasnya. (A Nabil Mubarak)